Sebagian besar dari semua tanaman transgenik mengandung dua sifat utama: tahan herbisida (hampir semuanya toleran terhadap glifosat) mencakup 71 persen dari areal itu, ketahanan terhadap serangga dengan menggunakan Bacillus Thuringiensis (direkayasa dengan racun dari bakteri tanah Bacillus Thuringiensis untuk membunuh hama serangga) mencakup 18 persen, 11 persen merupakan tanaman dengan sifat ganda Bacillus Thuringiensis dan tahan herbisida.
Serangkaian temuan tidak hanya mengkonfirmasikan apa yang sudah kita ketahui, tetapi juga melengkapi ceritanya. Gulma super yang tahan Roundup dan hama serangga yang tahan Bacillus Thuringiensis sekarang sudah didokumentasikan, sehingga membuat tanaman tahan Roundup an tahan Bacillus Thuringiensis menjadi tidak berguna.
Tanaman Bacillus Thuringiensis mengekspresikan racun dalam jumlah yang bervariasi; kadang jumlahnya tidak cukup untuk membunuh hama sasaran, terapi merusak serangga berguna termasuk pemangsa, lebah dan mengurai tanah. (Racun Bacillus Thuringiensis sudah diketahui merupakan alergen potensial dan nyata serta dapat mendorong reaksi kekebalan yang kuat).
Herbisida Roundup menyebabkan kematian tanaman secara tiba-tiba. Bahan ini mematikan bagi kodok dan amat beracun bagi sel plasenta manusia, bahkan pada konsentrasi sepersepuluh dari dosis yang di anjurkan. (Bahan ini sudah dikaitkan dengan kangker, kerusakan saraf dan keguguran spontan).
Dan masih banyak masalah lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)