Kediri: Ratusan
kepala desa di Kabupaten Blitar menyatakan mendukung pencalonan
Prabowo-Hatta Rajasa sebagai pasangan capres dan cawapres. Mereka juga
siap menggerakkan massa di pedesaan untuk memenangkan pasangan itu dalam
pemilihan presiden mendatang.
Sikap para kepala desa ini disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Blitar Nurhamim. Dia menyatakan, sebanyak 176 dari 220 kepala desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar telah menyatakan diri mendukung Prabowo sebagai presiden. "Kami juga siap memenangkannya," kata Nurhamim, Senin 19 Mei 2014.
Alasan mendukung Prabowo ini menurut dia sangat kuat. Mantan Danjen Kopasus itu dianggap memiliki kepemimpinan yang kuat dan tak mudah diintervensi bangsa lain. Karena itu kewibawaannya sangat disegani baik di mata rakyat Indonesia maupun internasional. Kepemimpinan seperti inilah yang dianggap mampu menyelamatkan bangsa Indonesia.
Masih menurut Nurhamim, sikap tegas dan wibawa ini tak dimiliki oleh capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jokowi. Gubernur DKI non aktif ini dianggap boneka belaka dan mudah dikendalikan kekuatan lain dalam kepemimpinannya. "Dia tak bisa mengimplementasikan pemikiran dengan merdeka," katanya.
Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat ini menegaskan dukungan kepada Prabowo akan semakin kuat seiring sosialisasi sikap tersebut kepada masyarakat Blitar. Meski mayoritas suara parlemen di kabupaten ini telah dikuasai oleh PDIP, namun dia optimis akan bisa membalik keadaan dalam pemilihan presiden mendatang.
Sikap tersebut mendapat reaksi dari pendukung Jokowi, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa. Partai yang telah berkoalisi dengan PDIP ini menyatakan akan mampu mengamankan suara nahdliyin dan PDIP untuk memenangkan Jokowi. "Kekuatan Nahdliyin dan PDIP sangat besar," kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Kabupaten Blitar Imron Rosadi.
Imron mengungkapkan sejarah kelam soal kejahatan hak asasi manusia yang dilakukan Prabowo pada saat aktif di jajaran militer. Kejahatan tersebut, ia menuturkan, adalah musuh besar Nahdlatul Ulama yang mengedepankan perlindungan hak asasi manusia.
Sikap para kepala desa ini disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Blitar Nurhamim. Dia menyatakan, sebanyak 176 dari 220 kepala desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar telah menyatakan diri mendukung Prabowo sebagai presiden. "Kami juga siap memenangkannya," kata Nurhamim, Senin 19 Mei 2014.
Alasan mendukung Prabowo ini menurut dia sangat kuat. Mantan Danjen Kopasus itu dianggap memiliki kepemimpinan yang kuat dan tak mudah diintervensi bangsa lain. Karena itu kewibawaannya sangat disegani baik di mata rakyat Indonesia maupun internasional. Kepemimpinan seperti inilah yang dianggap mampu menyelamatkan bangsa Indonesia.
Masih menurut Nurhamim, sikap tegas dan wibawa ini tak dimiliki oleh capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jokowi. Gubernur DKI non aktif ini dianggap boneka belaka dan mudah dikendalikan kekuatan lain dalam kepemimpinannya. "Dia tak bisa mengimplementasikan pemikiran dengan merdeka," katanya.
Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat ini menegaskan dukungan kepada Prabowo akan semakin kuat seiring sosialisasi sikap tersebut kepada masyarakat Blitar. Meski mayoritas suara parlemen di kabupaten ini telah dikuasai oleh PDIP, namun dia optimis akan bisa membalik keadaan dalam pemilihan presiden mendatang.
Sikap tersebut mendapat reaksi dari pendukung Jokowi, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa. Partai yang telah berkoalisi dengan PDIP ini menyatakan akan mampu mengamankan suara nahdliyin dan PDIP untuk memenangkan Jokowi. "Kekuatan Nahdliyin dan PDIP sangat besar," kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Kabupaten Blitar Imron Rosadi.
Imron mengungkapkan sejarah kelam soal kejahatan hak asasi manusia yang dilakukan Prabowo pada saat aktif di jajaran militer. Kejahatan tersebut, ia menuturkan, adalah musuh besar Nahdlatul Ulama yang mengedepankan perlindungan hak asasi manusia.