03.06
0
Kemajuan lebih lanjut terjadi sekitar 1910 pada waktu Thomas Hunt Morgan mendirikan laboratorium untuk mengkaji genetika kromosom dari lalat buah, Drosophila Melanogaster. Dia dan rekannya pada waktu itu menetapkan bahwa gen berhubungan satu sama lain dalam susunan linier, dimana setiap susunan sesuai dengan satu kromosom. Setiap kromosom mengandung ribuan gen. Untuk membuktikan bahwa gen-gen saling berhubungan dalam susunan linier pada kromosom, dibuatlah sejumlah besar mutasi dengan sinar X. Galur-galur homozigot untuk berbagai alel pada gen yang berbeda ditetapkan, dan disilang satu sama lain sehingga keturunannya dapat di analisis apakah ada gen yang menyimpang dari seleksi independen. Gen-gen yang berada pada kromosom yang berbeda akan bercampur tanpa dipengaruhi satu sama lain. Sedangkan yang berada pada kromosom yang sama, tidak demikian. Dan semakin dekat lokasi dua buah gen pada kromosom yang sama, semakin kecil kemungkinan ikatannya akan terputus. Dengan cara demikian gen-gen di alokasikan pada kromosom sehingga bisa dibuat peta genetik dari kromosom secara rinci. Saat teknik mikroskop semakin maju, perubahan mengesankan dalam kromosom yang sesuai dengan berbagai perubahan dalam peta ikatan dari gen-gen juga dapat diidentifikasi. "Teori kromosom tentang keturunan' yang dihasilkan dapat diringkas sebagai berikut:

1. Gen terdapat dalam susunan linier pada kromosom.
2. Kromosom yang berbeda mengandung kombinasi berbeda dari alel gen.
3. Kromosom terdapat dalam pasangan (homolog) pada organisme yang bereproduksi
4. Dalam sel nutfah terdapat hanya satu kromosom dari tiap pasangan
5. Dalam pembentukan sel nutfah, kromosom homolog bertukar bagian-bagian sehingga gen-gen yang berikatan direkombinasi.
Makin dekat letak gen pada kromosom semakin kecil kemungkinannya untuk rekombinasi
Comments
0 Comments

0 komentar: