04.05
0

Kelompok berhaluan Islam di Nigeria, Boko Haram, mengancam akan 'menjual' ke pasar ratusan siswi yang diculik tiga pekan lalu.
Ancaman tersebut disampaikan oleh pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, melalui rekaman video yang didapat oleh kantor berita AFP.
Dalam video, untuk pertama kalinya ia mengakui bahwa kelompoknya telah menculik lebih dari 200 anak perempuan dari sekolah di Chibok, negara bagian Borno.
Sejak penculikan pada 14 April, sekitar 230 anak perempuan dari sekolah itu diyakini masih hilang sehingga memicu kecaman pedas terhadap pemerintah Nigeria.
Pergolakan Boko Haram telah menyebabkan ribuan orang tewas sejak 2009. Boko Haram, yang berarti 'pendidikan Barat dilarang' melancarkan berbagai serangan terhadap lembaga-lembaga pendidikan di Nigeria utara.
Sementara itu seorang seorang pemimpin unjuk rasa yang menuntut pembebasan siswi ditangkap, Naomi Mutah, ditahan atas perintah Ibu Negara, Patience Jonathan.
Ibu Negara dilaporkan merasa diremehkan karena para ibu siswi yang diculik tidak menghadiri pertemuan tetapi hanya mengutus Naomi Mutah dan wakil-wakil lain ke pertemuan.
Dua pemimpin lainnya sudah dibebaskan setelah sebelumnya sempat ditangkap. Mutah, wakil dari masyarakat Chibok, pekan lalu menyelenggarakan protes di depan gedung parlemen di ibukota Nigeria, Abuja.
Para analis mengatakan Ibu Negara Patience Jonathan adalah sosok yang kuat di dunia politik Nigeria.


Comments
0 Comments

0 komentar: