Banyak orang mengaku bahwa dirinya beriman kepada Tuhan (Allah). Bisakah seseorang membuktikan bahwa dirinya sungguh iman kepada Tuhan? Kebanyakan mengaku beriman itu hanya berupa pengakuan saja.
Bagaimana mewujudkan keimanan itu setiap orang berbeda. Karena yang disebut iman itu setiap orang berbeda persepsinya.
Dalam Islam disebutkan bahwa manusia hendaknya mengimani pada enam perkara. Yaitu iman kepada ”Tuhan.” Iman kepada Rasul. Iman kepada Malaikat.
Iman kepada kitab suci. Iman kepada takdir. Iman kepada hari akhir.
Bagaimana wujud atau bukti iman kepada malaikat? Pasti sulit menjawabnya. Karena hakikat iman sendiri banyak yang belum memahami. Banyak yang mengira
bahwa iman itu secara harafiah diartikan sama dengan percaya.
Pada hal agama---terutama Islam, sama sekali tidak mengajarkan kepercayaan ataupun keyakinan.
Melainkan menegaskan bahwa manusia itu hidup dalam kepastian mutlak yang berupa kebenaran mutlak yang memuliakan manusia.
Islam menegaskan manusia harus mengimani enam hal. Tetapi kebanyakan orang, baik yang beragama Islam atau yang lain umumnya hanya mengimani satu hal saja. Yaitu iman pada hari akhir saja. Buktinya kebanyakan orangtakut mati.
Tuhan rupanya sangat berharap agar orang-orang yang beriman mau dan ridho beriman kepada Tuhan. Sebab sejak lama, kebanyakan orang beriman justru hanya
beriman kepada berhala yang bernama “duwit.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)