23.31
0
 
Calon Presiden Prabowo menyatakan 50 persen penduduk Indonesia tidak menikmati kekayaan karena ketidakseimbangan struktural perekonomian.

Ketidakseimbangan struktural perekonomian terlihat pada peredaran uang. Hingga kini, 60 persen uang beredar masih ada di Jakarta, baru sisanya 30 persen dikota besar lainnya. Bahkan di pedesaan hanya kebagian 10 persen.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena setengah penduduk Indonesia separuhnya tinggal di pedesaan.

"Padahal rakyat kita 50 persen di pedesaan, berarti setengah penduduk Indonesia harus hidup dengan 10% kekayaan Indonesia. Ini mengandung bahaya," kata Prabowo, dalam pemaparan Visi dan Misi Ekonomi & Pasar modal Indonesia Prabowo-Hatta, di Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Dia menambahkan, ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi, membuat kesenjangan antara masyarakat desa dan masyarakat kota.
Jika masyarakat kota adalah masyarakat abad 21 yang sudah modern dalam berekonomi, sedangkan masyarakat desa  masih konservatif.

"Saya keliling Indonesia hari ini saya, berhadapan abad 21 Indonesia (pelaku pasar modal), pasar modal, digital ekonomi, free market. Saya ketemu juga Indonesia belum sampai abad 19, mereka tidak mengerti. mereka belum masuk ekonomi kita," ungkapnya.

Karena kesenjangan tersebut, ia menemukan banyak pemuda menganggur di desa-desa. "Saya ketemu di Jawa Barat, beberapa kepala desa datang ke saya. Mengatakan di desa saya ada 20 pemuda usia 17-25 yang menganggur bisa nggak cari pekerjaan untuk pemuda ini. Kalau ada 8000 desa kali 20, 1,6 juta pemua duduk didesanya tidak punya kegiatan," papar dia.

Untuk mengatasi hal ini, mantan Danjen Kospasus tersebut mengaku ingin menumbuhkan, argo ekonomi di daerah pedesaan. Strategi ini dinilai akan ampuh bagi Indonesia yang merupakan  negara tropis. Dimana negara yang memiliki 11 dari 27 persen zona tropis dunia, bisa memiliki masa dua kali panen.
Dengan teknologi baru seperti biotekno dan water teknologi, panen tersebut dikatakan bisa naik menjadi tiga kali. Sementara negara lain hanya bisa satu kali panen.

"Kita masih memiliki 77 juta hektar hutan yang rusak. Kalau kita tidak lakukan apa-apa ini menjadi bencana ekologi kita. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa apa strategi kami untuk berhadapan dengan Ini, adalah untuk bekerja keras, mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara. Dan mempercepat pertumbuhan ekonomi disektor yang memiliki keuanggulan kompetitif," pungkasnya.
Comments
0 Comments

0 komentar: