Jokowi Tak Paham Beda Tannas dan Hanneg Calon presiden Jokowi dinilai tidak memahami isu mengenai politik internasional dan ketahanan nasional. Hal ini dibuktikan dengan hasil debat kemarin, Jokowi tak bisa membendakan antara ketahanan nasional dan pertahanan negara.
"Membedakan antara ketahanan nasional dan pertahanan negara saja Jokowi masih kebingungan," ujar penasehat tim pemenangan Prabowo-Hatta, Letjend TNI (Purn) Suryo Prabowo, di Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Dia menilai Jokowi terlalu menyederhanakan persoalan Ketahanan Nasional (Tannas) menjadi Pertahanan Negara (Hanneg). Sebab Jokowi mengartikan ketahanan nasional sebagai pertahanan nasional.
"Ini hal mendasar tapi keliru dipahami Jokowi," imbuhnya.
Karena kesalahan mendasar tersebut, Jokowi jadi menjebak dirinya sendiri masuk pada persoalan teknis peralatan militer, seperti pengadaan tank Leopard oleh TNI AD dan penggunaan drone untuk mengawasi pergerakan kapal laut.
"Pemilihan penggunaan drone untuk menghadapi perang cyber dan perang hybrid menunjukkan ketidaktahuan Jokowi tentang drone dan penggunaannya. AS negara yang kaya dan pencipta drone saja tidak menggunakan drone untuk tugas seperti itu," jelasnya.
Suryo mengatakan, untuk mengawasi laut Indonesia telah menggunakan vessel tracking, suatu sistem penginderaan yang berbasis satelite.
Teknologi ini 100 persen dikuasai anak bangsa Indonesia, dengan biaya 100 kali lebih murah dari penggunaan drone yang sampai senilai trilyunan rupiah. Sehingga kalaupun sekarang ini belum efektif semata-mata karena minimnya anggaran dan masih adanya tumpang tindih kewenangan penindakan dari berbagai unsur keamanan laut.
Berbeda halnya dengan Prabowo, Suryo menilai pemahaman Prabowo yang komprehensif tentang ketahanan nasional menjadikannya tidak bisa disetir pihak luar.
"Jokowi seperti hanya menerima titipan pesanan dari pelaku bisnis industri pertahanan, terlihat dari materi debat yang terlalu teknis", ungkapnya.
Suryo juga mempertanyakan beberapa Jenderal seniornya yang mendukung Jokowi.
"Ada banyak Jenderal senior saya yang mendukung Jokowi. Tapi koq pemahaman Jokowi soal ketahanan nasional sangat dangkal. Ini Jenderalnya yang tidak paham atau Jokowinya yang sulit mengerti?" tanyanya.salam indonesia raya