Penerapan Rules Theories dalam komunikasi
Antar pribadi
Dalam konteks komunikasi antarpribadi,
pemikiran rules theorie menekankan bahwa
tingkah laku orang merupakan hasil atau
refleksi dari penerapan aturan yang disepakati
bersama (dua orang atau lebih). Dalam hal ini
ada empat proposisi yang diajukan:
a.Tindakan-tindakan yang bersifat gabungan,
kombinasi dan asosiasi merupakan ciri-ciri
dari perilaku manusia.
b.Tindakan-tindakan di atas disampaikan melalui
pertukaran informasi simbolis,
c.Penyampaian informasi simbolis menuntut
adanya interaksi antar narasumber,
pesan, di penerima yang sesuai dengan
aturan-aturan komunikasi yang
disepakati.
d.Aturan-aturan komunikasi ini mencangkup
pola-pola umum dan khusus.
Secara umum pemikiran dasar pendekatan
sistem mempunyai empat ciri/sifat pokok: (1)
sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari
bagian-bagian, elemen-elemen, unsur-unsur,
yang masing masing mempunyai
karakteristiknya sendiri; (2) sistem berada
secara tetap dalam lingkungan yang berubah; (3)
sistem hadir sebagai reaksi atas lingkungan; (4)
sistem merupakan koordinasi dari hierarki.
Kerangka kerja sistem pada dasarnya tidak
bersifat monolitis. Dalam hal ini ada tiga alternatif
model sistem: General System Theory (Teori
Sistem Umum), yang terdiri atas sistem terbuka
dan sistem tertutup; Cybernetics (Sibernetika),
dan Structural Functionalism
(StrukturalFungsuonalisme).
Sistem terbuka mempunyai 5 (lima) karakteristik:
(1) adanya komponen-komponen bagian dari
sistem, (2) adanya spesifikasi hubungan antar
komponen, (3) adanya perilaku sistem, (4)
adanya interaksi dengan lingkungan diluar
sistem yang menghasilkan inputs (masukan) dan
outputs (keluaran atau hasil), dan (5) adanya
proses evolusi sistem. Di samping otu sistem
terbuka mempunyai 4 (empat) ciri proses
perilaku. Pertama, proses pertukaran antara
sistem dan lingkungan selalu terjadi dalam
sistem dan lingkungan selalu terjadi dalam
sistem terbuka. Kedua, pada suatu kondisi
tertentu sistem berada dalam keadaan tetap
yakni berada pada suatu jarak tertentu danri titik
keseimbangan. Ketiga, keadaan tetap ini bisa
dicapai dengan parameter-parameter sistem
(equifinality). Keempat, keadaan entropy
(ketidakpastian atau situasi yang tidak menentu)
dalam sistem cenderung akan menurun.
Sistem tertutup dicirikan oleh 3 (tiga)
karakteristik: (1) adanyan komponen-komponen
bagian, (2) tiap komponen merupakan
konfigurasi nilai pada suatu waktu tertentu, dan
(3) tiap komponen bisa berubah karena proses
trasformasi. Perilaku sistem tertutup mempunyai
4 (empat) ciri. Pertama, terisolasi dari
lingkungan. Kedua, tetap berada pada titik
keseimbangan semula. Ketiga, sistem
sepenuhnya ditemukan oleh kondisi awal, dan
Keempat , keadaan entropy cenderung
meningkat.
Cybernetics (sibernetika) dicirikan oleh beberapa
kondisi logis yakni: (1) parameter-parameter
tujuan diatur oleh pusat kontrol; (2) pusat kontrol
mempengaruhi dan mengendalikan bagian-
bagian dari sistem; (3) adanya feedback (umpan
balik) kepusat kontrol; (4) tes perbandingan yang
dilakukan oleh pusat kontol manghasilkan tanda
error (keslahan); (5) aksi korektif dilakukan oleh
pusat kontrol.
Menurut Manford Kuhn, perkembangan
pendekatan symbolic interactionism dapat dibagi
dalam dua periode. Periode pertama, merupakan
periode tradisi oral dan menjadi awal
perkembangan dasar-dasar pemikiran symbolic
interactionism. Tokoh-tokoh yang dikenal antara
lain, charles coolet, john dewey, I.A. Thomas,
dan George Herbert Mead. Karya Mead, Mind,
Self and Sosiety merupakan buku pegangan
utama. Oleh karena itu, periode ini disebut juga
sebagai sebagai periode mead atau meadian.
Periode kedua, disebut juga sebagai masa
pekajian atau penyelidikan, mucul beberapa
tahun setelah publikasi karya Mead. Tokoh-
tokoh yang mencul pada masa ini antara lain
Herbert Blumer (The Chicago School). Manford
kuhn (The Iowa School), dan kenneth Burke.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)