20.12
0
RMOL
Pernyataan Joko Widodo yang mengaku akan membangun koalisi untuk menegakan sistem presidensil menunjukan capres dari PDI Perjuangan itu tidak mengerti masalah. "Ini bukan pernyataan seorang idealis, tapi pernyatan seorang pejabat yang takabur dan "menggampangkan masalah". Jokowi berpolitik tak injak bumi," kata aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti dalam pesan elektroniknya (Jumat, 18/4). Sebelumnya, Jokowi menegaskan akan membangun koalisi untuk menegakan sistem presidensil. Jokowi bahkan mengatakan kerjasama dengan parpol lain tak boleh dengan landasan bagi-bagi kursi wapres dan menteri. "Bukan mustahil kok kalau tidak bagi-bagi kursi. Kita pernah punya pengalaman di Solo, terus di Jakarta ini juga nggak ada istilah bagi-bagi kursi," kata Jokowi dalam satu kesempatan. Haris mengingatkan Jokowi 'membuka mata' bahwa sistem kita saat ini telah bergeser dari Presidensil menjadi Parlemensil. Hampir semua kebijakan strategis dibuat atau diputuskan harus melalui parlemen. Bahkan memilih Panglima TNI, Kapolri dan Dubes pun harus sepersetujuan parlemen. "Presidensil itu sebuah sistem, ditegakan hanya bisa pakai sistem UUD 1945 (asli), bukan pakai blusukan dan jampi-jampi perdukunan. Jas Merah: pemerintah Soekarno lumpuh oleh parlemen. Gus Dur jatuh juga oleh parlemen". Haris pun menyampaikan keraguannya terhadap Jokowi. Apalagi katanya, bukankah tak ada satupun omongan Jokowi yang selama ini terbukti terwujud. Mulai dari menggampangkan masalah di DKI, soal kemenangan Rieke di Jabar, hingga katanya PDIP akan menang tebal di Pileg 2014. "Dan kini, Jokowi tampil mengampangkan masalah bangsa, menyamakannya dengan masalah kebersihan selokan di kota kecil di Solo?" demikian Haris.[dem]
Comments
0 Comments

0 komentar: