Rasa sayang itu tak hanya sekedar di dalam hati.
Namun, terpancar dari perbuatan. Orang yang
memiliki kasih sayang terlihat dari gesturenya
yang mengasihi orang lain dengan setulus jiwa.
Bukan karena pamer apalagi karena terpaksa.
Rasa sayang dan cinta bukan pula sekedar
ucapan. Bukan hanya pemanis dibibir. Namun,
rasa sayang itu tergambar dari kelakuan. Orang
yang senantiasa perintah kebaikan dan melarang
pada kejelekan, itu merupakan tanda bahwa ia
berkarakter penyayang kepada sesama.
Rasa sayang seseorang patut dipertanyakan
tatkala ia membiarkan orang yang ia cintai
berbuat salah. Ia tak mau mengingatkan orang
yang ia cintai itu untuk kembali pada rel yang
benar. Meski dengan alasan, ia takut
mengingatkan karena takut dijauhi.
Rasa sayang seorang ibu dipertanyakan tatkala
ia membiarkan anaknya bermain api. Sang ibu itu
tak mau menggubris anaknya sama sekali.
Padahal, akibatnya fatal. Kulit anaknya bisa
terbakar. Rumahnya pun dapat ludes terbakar.
Rasa sayang seorang ayah dipertanyakan tatkala
ia membiarkan anaknya bermain game online di
warnet. Ia tak mau ambil pusing dengan perilaku
buruk anaknya itu. Padahal, terkadang anaknya
tak pulang semalaman. Anaknya suka
“menginap” di warnet. Namun sang ayah
membiarkan begitu saja.
Rasa sayang seorang ibu dipertanyakan tatkala
ia membiarkan anak gadisnya tak menutupi
aurot. Anaknya sudah tumbuh menjadi dewasa,
namun sang ibu tidak mengingatkan anaknya
untuk mengenakan jilbab.
Rasa sayang seorang ayah patut dipertanyakan
saat membiarkan anaknya merokok. Ia tak
memperdulikan kesehatan anaknya. Ia biarkan
anaknya merokok berbatang-batang. Bahkan, ia
tak peduli dari mana anaknya mendapat uang
untuk membeli barang itu.
Rasa sayang seorang ibu patut dipertanyakan
saat melihat anaknya mulai terlibat pergaulan
bebas. Ia biarkan anaknya berpacaran. Ia biarkan
anak gadisnya dibonceng oleh lelaki yang bukan
mahrom. Ia biarkan anak bujangnya berpacaran
dengan seorang wanita.
Rasa sayang seorang suami kepada isteri
dipertanyakan tatkala ia melihat isterinya tak
sholat lalu ia tak acuh.
Rasa sayang seorang isteri dipertanyakan
tatkala ia melihat suaminya tidak mau sholat.
Lalu ia biarkan begitu saja tanpa mau
mengingatkannya.
Rasa sayang seorang anak kepada kedua orang
tuanya patut dipertanyakan. Tatkala orang
tuanya tak pernah sholat, lalu sang anak tak mau
mengingatkan kedua orang tuanya.
Rasa sayang seorang sahabat patut
dipertanyakan tatkala ia membiarkan temannya
berbuat salah tanpa mau mengingatkan.
Kita harus peka pada lingkungan. Jangan
mengambil titik aman dengan tidak mau
mengingatkan. Karena takut ditinggalkan hingga
tak mau mengingatkan. Itu jangan.
Justeru jika kita hanya “diam” tanpa mau
mengingatkan maka disitulah letak kelemahan
kita. Kita bahkan tergolong orang yang dayus.
Orang yang seperti ini juga terkena ancaman
siksa. Orang berbuat salah dan orang yang tak
mau mengingatkan kedua-duanya akan
mendapat siksa.
Sehubungan dengan itu, janganlah marah ketika
orang lain mengingatkan anda. Disitulah bukti
bahwa ia care pada anda.
Orang yang protektif kepada anda berarti cinta
pada anda. Ia sangat sayang kepada anda.
Justeru anda harus bersyukur sebab masih ada
orang yang mau peduli kepada anda. Meskipun
terkadang cara ia mengingatkan tidaklah begitu
menyenangkan, namun terimalah dengan lapang
dada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)