Kelompok pemantau hak asasi manusia berbasis di London mengatakan, lembaganya telah mendokumentasikan
jumlah korban tewas sebanyak 150.344 orang, 51.212 di antaranya warga sipil termasuk sekitar 7.985 anak-anak.
Dari jumlah tersebut, Observatory mengungkapkan, berikut 37.781 anggota oposisi bersenjata yang tewas dalam kecamuk perang, termasuk jihadis, kelompok bersenjata dari negara Islam Irak dan Mediterania Timur, dan Front Al-Nusra kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida.
Menurut catatan Observatory, jumlah terbaru korban tewas dari pasukan pemerintah mencapai 58.480 orang, termasuk lebih dari 35.000 tentara reguler. Observatory menambahkan, 364 anggota gerakan Hizbulah Lebanon turut tewas dalam konflik Suriah. Adapaun 2.871 orang identitasnya tak diketahui.
Konflik Suriah dimulai pada Maret 2011 ketika rezim Bashar Assad mulai melakukan tekanan terhadap gerakan unjuk rasa damai anti-pemerintah berbuntut kematian demonstran.
Selanjutnya kelompok oposisi angkat senjata dan konflik begitu cepat berkembang menjadi perang saudara.