05.23
0

Dalam eksperimen Skinner, Skinner menggunakan
seekor tikus yang ditempatkan dalam sebuah peti yang
kemudian terkenal dengan “Skinner Box”. Peti sangkar
ini terdiri atas dua komponen yaitu: manipulandum dan
alat pemberi reinforcement yang antara lain berupa
wadah makanan. Manipulandum adalah komponen yang
dapat dimanipulasi dan gerakannya berhubungan
dengan reinforcement. Komponen ini terdiri dari tombol,
batang jeruji, dan pengungkit. (Rober, 1988).
Dalam eksperimen ini, awalnya tikus mengeksplorasi
pati sangkar dengan berlari-lari atau mencakari dinding.
Aksi ini disebut dengan emitted behavior (tingkah laku
yang terpancar tanpa mempedulikan stimulus tertentu).
Sampai pada suatu ketika secara kebetulan salah satu
“emitted behavior” tersebut dapat menekan pengungkit
yang menyebabkan munculnya butir-butir makanan ke
dalam wadahnya sehingga tikus dapat mendapatkan
makanan.
Butir-butir makanan ini merupakan reinforce bagi
penekanan pengungkit. Penekanan pengungkit inilah
yang disebut tingakah laku operant yang akan terus
meningkat apabial diiringi dengan reinforcement, yakni
pengauatan berupa butir-butir makanan yang muncul.
Teori ini dikembangkan oleh B.F Skinner. Menurut
Skinner dalam (Dimyati Mahmud, 1989: 123) tingkah
laku bukanlah sekedar respon terhadap stimulus, tetapi
suatu tindakan yang disengaja atau operant. Operant ini
dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya. Jadi
operant conditioning atau operant learning itu
melibatkan pengendalian konsekuensi.
Tingkah laku ialah perbuatan yang dilakukan seseorang
pada situasi tertentu. Tingkah laku ini terletak di antara
dua pengaruh yaitu pengaruh yang mendahuluinya
(antecedent) dan pengaruh yang mengikutinya
(konsekuensi). Hal ini dapat dilukiskan sebagai berikut:
Antecedent –> tingkah laku –> konsekuensi
atau A –> B –> C
Dengan demikian, tingkah laku dapat diubah dengan
cara mengubah antecedent, konsekuensi, atau kedua-
duanya. Menurut Skinner, konsekuensi itu sangat
menentukan apakah seseorang akan mengulangi suatu
tingkah laku pada saat lain di waktu yang akan datang.

Comments
0 Comments

0 komentar: