Pola pikir para proponen modifikasi genetik adalah bahaya terbesar rekayasa genetik. Rekayasa genetik tanaman dan hewan dimulai pada pertengahan 1970an dengan ilusi bahwa materi genetik bersifat konstan dan statis, serta ciri-ciri organisme tercetak didalam gen mereka. Satu gen menentukan satu protein, satu sifat, seperti terpatri dalam dogma sentral dari ilmu biologi. Tetapi para ahli genetik amat terkejut ketika mereka menemukan bahwa materi genetik bersifat dinamis dan mengalir, artinya baik ekspresi maupun struktur gen selalu berubah dibawah pengaruh lingkungan.
Untuk menggambarkan perubahan paradigma ini, para ahli genetik menggunakan istilah 'genom mrngalir (fluid genome) pada awal 1980an.
Sebuah cara menarik untuk berpikir tentang genom mengalir adalah bahwa proses genetik alami diaransemen (bagaikan sebuah simfoni) secara persis oleh organisme sebagai kesatuan dalam sebuah tarian kehidupan yang diperlukan untuk bertahan hidup. Sebaliknya, rekayasa genetik didalam laboratorium bersifat kasar, tidak tepat dan invasif. Gen asing yang disisipkan kedalam suatu genom untuk membuat oranisme transgenik bisa sampai dibagian manapun dalam bentuk apapun, dan cenderung tidak stabil, karena pada dasarnya gen asing ini tidak mengetahui musik dan irama tarian tersebut. Para ahli rekayasa genetik belum belajar untuk menari dengan kehidupan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)