Rasanya tidak mungkin saya membahas soal prestasi Prabowo Subianto selama karir militernya yang selalu juara setiap pelatihan, perang atau dan lain sebagainya.
Namanya juga prajurit, setiap
tugas--semuanya memang sudah harus
diselesaikan dengan baik dan sempurnya. Tidak
terlalu penting dicatat dalam sejarah.
Dan rasanya agak tidak lazim saja dibandingkan
dengan Jokowi yang sudah pernah menjabat
sebagai walikota dan gubernur. Dibandingkan
dengan bu Risma pun sepertinya juga tidak
mungkin. Keduanya sudah punya wewenang
sebagai pejabat untuk menyelesaikan masalah di
wilayahnya.
Tapi baik, walau saya sedikit khawatir tulisan ini
membuka rahasia negara--tapi saya rasa,
masyarakat Indonesia perlu tahu apa prestasi
Prabowo yang besar bagi negara ini walau saat
itu tanpa menjabat posisi apa pun di
pemerintahan. Tanpa punya wewenang apa pun!
Dan salah satu contoh kecil adalah
membebaskan Wilfirida. Dengan kedekatannya
dengan Mahatir Muhammad, Anwar Ibrahim dan
PM Malaysia sekarang--Prabowo mampu
mendesak agar Wilfirida dibebaskan. bahkan
saya kagum cara berfikir strategisnya yang lebih
baik mencari pengacara terbaik negara tersebut
untuk membebaskan Wilfrida daripada
membayar mahal menyogok milyaran untuk
membebaskan BMI tersebut.
Kalau akhirnya ada yang koar-koar merasa lebih
pahlawan dan melarang di politisasi--ya
monggo. Ambil saja prestasinya. Orak pathek'en
saya rasa untuk sekelas Prabowo. Yang penting,
dengan kedua tangannya sudah ada pahala
berbuat baik kepada sesama mahluk Allah. Tak
perduli seagama atau bukan.
Nah,
Bagi saya pribadi--salah satu prestasi terbesar
dari Prabowo adalah membeli pabrik kertas
KIANI di Kalimantan Timur.
Mungkin sekilas banyak yang nyinyir, gituan kok
dianggap prestasi. Di demo pula ama
karyawannya gegara (katanya) belum bayar
gajinya. Hadeh!
Padahal, kalau kita mau sedikit cermat, masalah
tidak produksinya PT Kiani yang membuat
karyawannya di hentikan sementara karena ya
gegara selama ini sebelum dibeli Prabowo--
mereka memakai kayu 'spanyol' alias separo
nyolong.
Dan di era Prabowo dilarang, mereka diminta
menunggu sampai pohon yang mereka tanam
sendiri di lahan konversi mereka sendiri tumbuh
dan siap panen. Itu pun tanpa pemecatan atau di
ganti outsourcing. Hanya tidak diminta masuk
kerja tapi tetap digaji. Hal ini pun saya rasa
masih masalah ecek-ecek untuk diangkat dalam
tulisan.
Karena menurut saya, yang lebih penting untuk
diketahui disana adalah adanya dua buah
bangunan yang sangat menarik perhatikan. Coba
saudara-saudara cek di wikimapia atau google
maps lokasi PT KERTAS NUSANTARA di daerah
Mangkajang, Kaltim.
Saya rasa, yang paham soal pertahanan negara
atau sewaktu SD sedikit perhatian dengan
pelajaran wawasan nusantara saat penataran P4
akan terkejut.
Bayangkan, disebuah pabrik kayu nun jauh di
utara Kalimantan. Di sebuah tempat yang
dikelilingi oleh hutan belantara terdapat landasan
pacu dan pelabuhan laut (dermaga) kapal peti
kemas...!
Setelah saya cek di google, ternyata bandara ini
bernama "Lungsuran Naga Airport". Bandara
dengan panjang 1700 meter dan terbuat dari
beton. spesifikasi yang memungkinkan pesawat
sekelas Boeing 737 dan Hercules mendarat
disini. Bandara ini pun sebenarnya pernah
diminta oleh pemrov disana untuk dijadikan
bandara komersial dan ditolak oleh Prabowo.
Paham maksudnya?
Ya artinya, daripada PT KIANI dibeli JP Morgan
Amerika atau Singapore--lebih baik Prabowo
ambil alih dengan segala kekuatan finansialnya
tahun 2004. Lha kan gawat jika bandara dan
dermaga di Kiani ini dijadikan Pangkalan militer
oleh bangsa asing dan tetangga. Karena mungkin
memang desaignnya untuk pangkalan rahasia di
zaman pak Harto.
Lha makin terjebak kita di kepung oleh Amerika.
Lha wong dari kejadian tragedi pesawat MAS
MH370 pun baru terkuak ada bandara pulau kecil
sebelah timur barat Indonesia bernama DIEGO
GARCIA. Pulau yang penduduknya hanya berisi
tentara AS dan Inggris.
Nah, jadi paham kenapa dulu Prabowo pernah
menjawab pertanyaanku kdengan jawaban "demi
kedualatan negara" saat kutanya soal pembelian
pabrik kertas ini. Yang awalnya kukira hanya
sekedar faktor ekomonis belaka.
Jadi, sekali kembali ke pertanyaan lewat BBM
broadcast tersebut--silahkan bandingkan
prestasi calon lain yg sudah mempunyai
'kewenangan' dengan Prabowo yang belum
diberi wewenang.
Lha wong belum diberi 'kewenangan' saja sudah
berprestasi lewat kemampuan negosiasi ekonomi
dan insting militernya. Lha gimana nanti beliau
sudah diberi mandat dan wewenang sebagai
Presiden RI?