Jika koalisi Jokowi-Cak Imin terjadi, maka niscaya
PKB dianggap mengkhianati para pemilihnya. Tiga
jualan capres mereka (Mahfud, JK, Rhoma), hanya
dianggap untuk mengangkat suara, bukan
direalisasikan sesuai janji partai ketika kampanye.
.
Pastilah Cak Imin akan berpikir keras, jika hendak
memutuskan akan berkoalisi dengan PDIP. Selain
akan mengecewakan pemilih PKB, Cak Imin juga
harus menengok sejarah, bagaimana dulu di tahun
2004, ketika Megawati berpasangkan dengan
Hasyim Muzadi, ketua PBNU waktu itu tak berdaya
menghadapi SBY-JK.
.
Pastilah semua orang tahu bahwa PKB berdiri
pertama kali adalah partai dari representasi dari
PBNU. Jadi ada hubungan PBNU dengan PKB,
begitu-pula sebaliknya. Jadi bisa kita asumsikan,
siapa menjadi ketua PBNU adalah orang yang
dicintai oleh orang-orang NU yang nota-bene
adalah simpatisan PKB. Cak-Imin akan berpikir
keras, bahwa dulu PDIP-NU berpasangan pernah
kalah dalam pilpres.
.
Cak Imin, bukan Gusdur. Namanya masih belum
setenar dan sewibawa Gusdur. Dimana ketika tahun
1999, Gusdur mampu membawa PKB meraih
peringkat 3 besar pemilu. Kemungkinan para pemilih
PKB kemaren, bukan hanya memandang 3 jualan
capres andalan mereka, juga memandang almarhum
Gusdur. http://politik.kompasiana.com/2014/04/11/
gusdur-effect-jangan-dilupakan-648316.html
.
Ah, kita tinggalkan Cak-Imin yang lagi sumringan
dengan wacana cawapres. Sejenak kita bahas
tentang PKB yang berhasil meraih suara 9% lebih
(menurut prediksi quick-count LSI), melonjak 2 kali
lipat dari hasil suara mereka di tahun 2009.
Sejumlah kalangan memuji taktik politik Cak-Imin
ketika kampanye, yakni jualan 3 capresnya, plus
kampanye terbuka dengan menggunakan jasa Al
dan Ahmad Dhani.
.
Coba kita tengok nama PKB dan nomor urut 2 dalam
pemilu! Kata KB dan 2. Bukankah tujuan program
tujuan KB adalah menekankan bahwa keluarga akan
sejahtera apabila cukup punya dua anak. Dengan
kode jari telunjuk dan jari tengah berdiri tegak
berpasangan.
.
Jadi kemungkinan yang menyoblos PKB adalah
selain simpatisan setia mereka, juga dicoblos oleh
peserta program KB aktif. Kalau itu terjadi, maka
kita ganti saja singkatan PKB menjadi Partai
Keluarga Berencana, bermoto “Dua Anak Cukup”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)