22.30
0
Bagaimana Anda melihat laporan Bank Dunia yang menyebutkan bahwa bantuannya sebanyak 20-30 persen telah dikorupsi oleh pejabat Indonesia? Masalah kebocoran dana bantuan Bank Dunia sebenarnya sudah lama terjadi. Dan Dennis De Tray (Kepala Perwakilan Bank Dunia Indonesia) pernah melakukan penelitian mengenai hal itu. Bahkan pada saat awal krisis, Presiden Bank Dunia telah diingatkan banyak kalangan mengenai praktek korupsi. Sayangnya, masalah kebocoran selalu ditutupi kondisi ekonomi Indonesia yang baik. Jeffry Winters pernah mengungkapkan adanya kebocoran dana Bank Dunia di Indonesia, tapi pemerintah tidak pernah menanggapinya. Dalam kondisi penuh keraguan, orang akan lebih banyak diam mengenai hal ini. Sebab, ketika itu pemerintah selalu bilang fundamental ekonomi kuat, tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik. Dan tindakan korupsi masih dikatakan wajar lantaran adanya pertumbuhan ekonomi. Sedangkan kalangan luar yang selalu mengatakan ada korupsi di Indonesia, tidak pernah didengar baik oleh Bank Dunia maupun pemerintah. Nah, sekarang orang sudah berani menyatakan adanya korupsi dan sudah bisa menghitung, kalau angka kebocorannya 20 persen sama dengan 200 milyar dollar AS. Mengapa baru sekarang Bank Dunia mengungkapkan adanya korupsi? Karena mereka menilai angka 200 milyar dollar AS itu sangat banyak. Ekonom Rizal Ramli bilang Bank Dunia harus bertanggungjawab atas terjadinya korupsi di Indonesia? Ini karena perkiraan Bank Dunia mengenai pertumbuhan ekonomi tidak tepat. Sebab, selama ini Indonesia terkenal sebagai good boy dalam hal membayar utang. Meskipun ada lembaga asing yang menilai Indonesia sebagai negara korup, Bank Dunia tidak mempercayainya. Apalagi BPKP selalu mengatakan tingkat kebocoran yang terjadi hanya tiga persen. Selalu itu, ada upaya dari pemerintah untuk bersikap defensif dalam menutupi praktek korupsi dengan berita-berita baik ekonomi. Seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi rendah, suku bunga yang terkendali, dan lainnya. Sektor mana saja yang paling banyak terjadinya korupsi? Bicara sektor yang paling banyak dikorupsi, itu dapat dilihat dari sektor apa saja yang mendapatkan bantuan paling banyak. Namun, persentase kebocorannya saya nggak tahu. Sebab bisa saja bantuannya kecil tapi tingkat kebocorannya besar. Selama ini sektor yang paling banyak menerima bantuan Bank Dunia adalah Departemen Pertambangan dan Pekerjaan Umum (PU). Bagaimana cara pejabat pemerintah melakukan korupsi dana bantuan? Biasanya dengan melakukan mark-up nilai proyek. Seperti bahan materialnya. Bantuan Bank Dunia sudah berlangsung selama puluhan tahun, menurut Anda mengapa mereka seolah tutup mata mengenai korupsi? Bank Dunia selama ini tidak pernah membayangkan adanya praktek korupsi yang dilakukan pejabat Indonesia dalam jumlah banyak. Sebab Bank Dunia bagaimanapun juga merupakan bank yang harus menyalurkan uangnya. Kalaupun mereka masih mau mengucurkan uangnya ke Indonesia, itu lantaran predikat good boy yang disertai asumsi-asumsi pertumbuhan ekonomi. Apakah berita korupsi dana Bank Dunia dilansir karena lembaga itu takut Indonesia tidak mampu membayar utangnya? Ketakutan seperti itu memang ada. Apalagi sekarang ada upaya pemerintah untuk menunda pembayaran utangnya. Tapi, bagaimanapun juga pemerintah dan Bank Dunia harus bertanggungjawab atas kondisi ekonomi sekarang. Yang namanya bantuan sama dengan gula, dimana ada gula selalu ada semut. Apa seharusnya bentuk pertanggungjawaban mereka? Jangan membayar dana yang dikorupsi atau bocor yang disebabkan oleh mereka. Apa langkah yang harus dilakukan pemerintah sekarang untuk memberantas korupsi? Harus dibentuk lembaga independen seperti komisi nasional khusus menangani korupsi. Sebab, memberantas korupsi tidak cukup hanya dari dalam. Walaupun sudah ada BPKP, tapi lembaga itu dibentuk oleh pemerintah.
Comments
0 Comments

0 komentar: