Prabowo Subianto begitu natural menjadi dirinya sendiri tanpa kepura-puraan, dengan segudang prestasi sewaktu menjadi prajurit hingga sekarang. sikap perduli dan kritis Prabowo dimilikinya sejak masih anak-anak Prabowo juga tak segan tunjuk hidung guru-gurunya yang di anggap "Goblog", Prabowo lebih mengutamakan perbuatan ketimbang kata-kata. Ketika Prabowo dihianati megawati dan di lupakan jokowi, Prabowo lebih memilih diam, diam adalah jawaban yang lebih mematikan ketimbang lewat kata-kata, sikap serupa juga di tunjukannya ketika di fitnah sebagai dalang kasus penculikan aktifis tahun 1997.
Prabowo adalah calon presiden dari Partai
Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), beliau adalah
salah satu kandidat presiden yang paling kuat.
Contohnya, dari salah satu lembaga survei
Indonesia bernama Lembaga Survei dan Polling
Indonesia (SPIN) nama Prabowo berada diatas
dengan perolehan suara sebesar 26.5% jauh
diatas kandidat presiden lain nya seperti Ical,
Megawati dan Jokowi. Prabowo juga dekat
dengan masyarakat golongan bawah, karena
posisinya sebagai ketua Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia (HKTI). Prabowo menjadi dekat
dengan orang-orang golongan bawah terutama
Petani. Prabowo juga sering “blusukan” di daerah
terpencil Indonesia, beliau juga menolong anak-
anak kurang mampu untuk bersekolah.
Satu lagi contoh adalah dari sisi pandang
mayoritas masyarakat di Indonesia, beliau adalah
orang yang nasionalis. Salah satu contoh dari
nasionalisme seorang Prabowo adalah kasus
Wilfrida Soik yang sempat booming di
infotainment, Wilfrida Soik adalah TKW Malaysia
yang diancam hukuman mati karena membunuh
majikan nya. Sampai sekarang Prabowo selalu
pulang-pergi untuk membantu Wilfrida di
kasusnya ini. Semangat nasionalisme Prabowo
sudah ada sejak kecil, beliau ingin sekali
berjuang untuk Indonesia melalui karir militer
meski sudah beberapa kali pindah negara, cita-
cita untuk membangun negeri ini tidak pernah
pupus. Salah satu pilihan yang menganggetkan
adalah pada saat beliau memilih Akademi
Angkatan Bersenjata (AKABRI) ketimbang masuk
salah satu Universitas ternama di Amerika
Serikat yaitu Universitas Colorado hanya karena
beliau ingin berjuang di Indonesia. Semangat
nasionalisme yang sungguh hebat.
Karir militer Prabowo dikenal cukup gemilang,
banyak prestasi-prestasi yang beliau raih
sewaktu beliau menjadi tentara. Salah satu
prestasi nya adalah memimpin tim TNI untuk
mendaki ke Gunung tertinggi di dunia yaitu
Gunung Everest dan mengibarkan bendera merah
putih. Pada tahun 1997 Prabowo mendengar
bahwa Malaysia akan segera mengibarkan
bendera mereka diatas gunung Everest, Prabowo
tidak terima Indonesia harus kalah sama negara
manapun di Asia Tenggara. Maka dari itu beliau
menugaskan anak-anak buah beliau untuk
segera mengibarkan bendera merah putih di
pucuk Gunung Everest. Prabowo adalah
pemimpin yang tegas dan tidak basa-basi
sewaktu menjadi tentara, jika beliau sebagai
komandan katakan lakukan, maka harus
dilakukan, jika beliau berkata jangan dilakukan
maka tidak akan dilakukan. Lantas, ketegasan
Prabowo tidak lagi diragukan oleh masyarakat.
Salah satu kelemahan Prabowo adalah masa
lalunya, beliau dituduh menculik sejumlah aktivis
di tahun 1998. Tetapi yang membuat orang-
orang terkejut adalah bahwa sejumlah aktivis-
aktivis korban penculikan 1998 sekarang adalah
kader Gerindra dan mereka menduduki jabatan-
jabatan penting di Partai tersebut. Mereka
adalah: Desmond Junaidi Mahesa, Pius
Lustrilanang, Haryanto Taslam dan Aan
Rusdianto. Mereka tidak pernah menaruh
dendam terhadap Prabowo karena Prabowo
hanyalah korban tugas dari atasan, karena
Prabowo hanya melakukan tugas dari komandan
beliau. Jikalau Prabowo tidak melakukan
penculikan tersebut, maka orang lain akan
menggantikan posisi Prabowo.
Satu lagi yang disebut-sebut kelemahan beliau
adalah masalah Ibu Negara. Orang-orang di
jejaring sosial terutama Twitter selalu
menayakan pada beliau, “Pak, kalau bapak
menjadi presiden, ibu negaranya siapa?” Tanya
salah satu masyarakat yang menggunakan
twitter. Masalah ini adalah masalah besar untuk
sebagian masyarakat Indonesia terutama kaum
wanita. Tetapi sebenarnya hal ini bukan masalah
yang sangat besar atau masalah yang bakal
menutupi kemungkinan Prabowo untuk menang
di Pilpres 2014 nanti, karena tugas ibu negara
hanyalah untuk mendampingi presiden, hal ini
bisa digantikan oleh siapapun yang sanggup dan
mau mendampingi presiden. Lantas, ketidak
adaan seorang Ibu Negara jika Prabowo terpilih
nanti bukan masalah yang sangat besar. Hanya
sesuatu yang kurang “afdol” atau komplit.
Dari semua sisi keunggulan dan kelemahan
Prabowo bisa dilihat bahwa kemungkinan untuk
beliau menjadi presiden cukup besar, di samping
kelemahan yang tidak terlalu signifikan seperti
yang tertulis diatas. Prabowo juga mempunyai
keunggulan yang hampir sempurna yaitu, Suara
masyarakat dari lembaga-lembaga survei,
nasionalisme dan ketegasan. Saya fikir tiga
keunggulan beliau akan membawa beliau menjadi
RI 1, karena menurut saya simpati masyarakat,
nasionalisme dan ketegasan itu cukup untuk
seorang presiden Republik Indonesia. Simpati
dan suara masyarakat adalah hal yang paling
penting bagi calon presiden, karena salah satu
tugas paling penting bagi seorang presiden
adalah mensejeterahkan rakyat. Jikalau rakyat
sudah memberikan suara terhadap calon
presiden tersebut berari merekan yakin bahwa
calon presiden ini cocok untuk bangsa ini
sekarang. Nasionalisme juga sangat penting bagi
seorang calon presiden, karena untuk berjuang
demi bangsa ini diperlukan rasa cinta bagi nusa
dan bangsa dan semangat nasionalisme. Begitu
juga dengan ketegasan, pemimpin negeri ini
haruslah tegas. Karena dengan ketegasan inilah
pemimpin tidak bisa dibohongi oleh siapapun.
Salam Indonesia Raya!!!
Sekian, Terimakasih